Skip to content

Pilih Oli Tepat untuk Motor yang Sudah Tua

Posted in Otomotif

Tidak banyak orang yang setia pada satu hal, termasuk masalah kendaraan. Di tengah kemajuan dunia otomotif dimana setiap tahunnya selalu ada jenis kendaraan baru dari setiap pengembang, tentunya sangat sulit untuk menjaga “loyalitas” kendaraan kita. Ada keinginan untuk mengganti kendaraan khususnya sepeda motor, padahal sepeda motor tetap berfungsi dengan baik. Ini wajar, karena manusia selalu menginginkan yang terbaik. Tidak hanya sepeda terbaik, tetapi juga semua perangkat lain seperti oli terbaik untuk sepeda, misalnya, tapi jangan khawatir karena sudah ada Trijaya Part Motor.

Nah, jika Anda bukan anggota grup di atas dan lebih memilih setia pada kendaraan Anda, maka selamat! Anda adalah bagian kecil dari perusahaan yang memiliki banyak pertimbangan. Jika Anda tetap memilih mengendarai sepeda motor meski sudah lama, berikut kami berikan saran agar sepeda motor lebih awet dan Anda bisa mengendarainya dalam waktu yang lama.

Salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan dalam merawat sepeda motor tua adalah penggunaan oli. Perlu diingat, oli untuk sepeda motor baru dan oli untuk sepeda motor lawas sangat berbeda. Perbedaannya terlihat jelas pada tingkat ketebalannya. Pada motor terbaru, oli yang digunakan adalah oli cair karena jarak antar komponen mesin semakin kecil. Sedangkan untuk sepeda motor yang sudah tua karena sudah lama dipakai, oli yang digunakan adalah oli pekat. Alasannya karena komponen dalam mesin semakin meredup seiring waktu. Komponen tersebut terus mengalami gesekan saat bekerja, sehingga harus ditutup dengan oli yang kental agar dapat menutupi ruang yang kosong. Hindari penggunaan oli sintetis karena oli ini dapat diklasifikasikan sebagai oli cair.

Saat sepeda motor tua menggunakan oli yang lebih kental, suara mesin akan lebih lembut. Oli ini membantu mengurangi kebisingan selama pengoperasian. Namun jika suara mesin tetap bergelombang meski sudah menggunakan oli kental, ada faktor lain yang bisa menjadi penyebabnya. Ini mungkin karena motor lama Anda pernah mengalami pengurasan atau kerusakan mesin. Kalau sudah begini, suara mesin motor Anda biasanya akan terdengar kasar meski menggunakan oli kental.

Lalu bagaimana jika Anda memilih menggunakan oli yang lebih cair? Tentu bisa, hanya karena harus menghadapi konsekuensi pada mesin sepeda motor Anda yang menjadi lebih mudah panas dan tergelincir. Selain memperhatikan kekentalan oli yang Anda gunakan, Anda juga harus rajin memperhatikan jumlah oli mesin. Jika dosisnya tidak cukup, mesin tidak akan tertutup sepenuhnya.

Jadi kesimpulan yang bisa ditarik adalah, semakin rendah gaya angkat di depan W (10 w – 4), semakin tinggi level cairannya, namun bukan berarti semakin encer oli motor, semakin baik pemakaiannya, tergantung. juga dari lingkungannya yaitu jika sepeda motor anda Jika anda berada di daerah pegunungan yang pasti bersuhu dingin dianjurkan untuk menggunakan oli dengan tingkat pembekuan yang tinggi misalnya oli mesin 10w – 40 atau mungkin SAE 15w – 50 dan untuk area dengan suhu tinggi, mis di Jakarta (karena sering macet), mesin sering digunakan untuk berhenti dan hidup, sehingga bisa menggunakan oli dengan tingkat pembekuan rendah / sedang, misalnya 15w – 40/20 w -40.

Oh ya, harus ditentukan juga untuk memilih sepeda tidak hanya dengan tingkat ketebalan dan kehalusannya tetapi juga dengan karakteristik dari sepeda itu sendiri, karena setiap sepeda memiliki karakteristik yang berbeda walaupun hanya satu pabrikan, maka dari itu solusi terbaiknya adalah dengan Paket Bengkel Motor agar motor anda selalu oke.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *